contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Rabu, 30 November 2011






Review Perkembangan Teori Sosiologi Modern Khususnya di Amerika Pada Abad 19-20

Teori Sosiologi Amerika Awal
Schwendinger dan Schwendinger (1974) ialah orang yang menyatakan para sosiolog Amerika awal tepat dilukiskan beraliran politik. Ciri liberalisme sosiologi Amerika awal pada dasarnya memiliki 2 unsur. Pertama, ia bertolak dari keyakinan tentang kebebasan dan kesejahteraan individu. Dalam keyakinan ini ada lebih banyak pengaruh orientasi Spencer ketimbang Comte. Kedua, kebanyakan sosiolog yang berorientasi Spencer ini menerima pandangan Evolusioner tentangkemajuan sosial. Keyakinan akan kemajuan dan keyakinan atas pentingnya peran individu, keduanya mengarah kepada posisi mendukung sistem sebagai satu kesatuan. Keyakinan yang dominan adalah bahwa system sosial berfungsi atau dapat direformasi cara berfungsinya.

Perubahan Sosial dan Arus Intelektual
Analisis tentang pertumbuhan teori Sosiologi Amerika, Roesco Hinkle dan E. Fuhrman melukiskan beberapa konteks dasar yang mendorong munculnya teori itu. Yang terpenting yaitu perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat Amerika setelah perang sipil (Bramson, 1961). Menurut Fuhrman, kendati para sosiolog Amerika awal melihat peluang positif dari industrialisasi dan tertarik terhadap gagasan yang diajukan oleh gerakan buruh dan kelompok sosialis tentang cara menanggulangi industrialisasi, mereka tak setuju dengan upaya perbaikan masyarakat secara radikal.
 Arthur Vidich dan Stanford Lyman menunjukkan besarnya pengaruh Kristen, terutama Protestan, terhadap kemunculan sosiologi Amerika. Menurut mereka, sosiolog Amerika mempertahankan kepentingan Protestan dalam menyelamatkan dunia dan semata-mata mengganti swatu bahasa dengan bahasa lain. Mereka menyatakan bahwa dari tahun 1854, ketika karya sosilogi pertama muncul di Amerika hingga pecahnya perang dunia I, sosiologi merupakan respon moral dan intelektual terhadap masalah kehidupan dan terhadap pemikiran lembaga dan keyakinan orang Amerika. Ciri sosiologi Amerika awal adalah berpaling dari perspektif histories dan searah orientasi positivistic atau ilmiah. Ketimbang membuat interpretasi perubahan histories jangka panjang, sosiolog Amerika lebih cenderung mengarah pada upaya studi ilmiah terhadap proses sosial jangka pendek. Faktor lainnya adalah dampak teori sosiologi Eropa yang sudah mapan terhadap teori sosiologi Amerika. Teoritisi Eropa paling besar pengaruhnya terhadap teoritisi Amerika awal adalah Spencer dan Comte. Sejarah ide-ide Spencer adalah menarik dan informatif dalam melukiskan dampak teori sosiologi Eropa awal terhadap sosiologi Amerika. Spencer menulis dalam pengertian nonteknis, yang menyebabkan karyanya mudah diterima oleh kalangan yang lebih luas. Alasan terakhir, dan mungkin terpenting, adalahy karena teorinya bersifat menerangkan bagi masyarakat yang tengah menjalani proses industrialisasi masyarakat yang menurut Spencer terus menerus bergerak menuju kemajuan yang cepat dan besar. Sekitar tahun 1930 pengaruh Spencer di dunia intelektual mulai merosot. Pada 1937 Talcott Parsons mengumumkan matinya gagasan Spencer untuk kajian sosiologi ketika ia memekikkan kata kata sejarawan Crane Brinton.

William Graham Sumner (1840-1910)
Sumner adalah eksponen utama Darwinisme Sosial di Amerika meski ia mengubah pandangan di penghujung hidupnya. Sumner pada dasarnya menganut pemikiran survival of the fittest dalam memahami dunia sosial. Sumner adalah penyokong keagresifan dan kebersaingan manusia. Menurut pandangan Sumner setiap bentuk intervensi bertentangan dengan seleksi alamiah yang berlaku dalam kehidupan manusia maupun dalam kehidupan binatang yang memungkinkan yang layak dan tak layak akan binasa. Sumner tak banyak diingat sejarah karena 2 alasan, pertama orientasinya dan Darwinisme Sosial pada umumnya dianggap tak lebih dari legitimasi terhadap kapitalisme kompetitif dan status quo. Kedua Sumner gagal gagal membangun landasan yang cukup kuat bagi sebuah aliran sosiologi bersama muridnya di Yale, tetapi beberapa tahun kemudian ia berhasil membangunnya di Universitas Chicago.

Lester F. Ward (1841-1913)
Ia bekerja untuk pemerintah federal ketika ia menjadi pakar purbakala,Pada akhir 1800an dan awal 1900an ia menerbitkan sejumlah karya yang menjelaskan teori sosiologinya. Berkat ketenaran karyanya itu pada 1906 Ward terpilih menjadi presiden pertama Masyarakat Sosiologi Amerika. Ia yakin bahwa masyarakat kuno ditandai oleh kesederhanaan dan kemiskinan moral, sedangkan masyarakat modern lebih kompleks, lebih bahagia dan mendapatkan kebebasan lebih besar. Tugas utama Sosiologi adalah meneliti hokum-hukum dasar struktur sosial dan perubahan sosial. Ia yakin Sosiologi tentu mempunyai sisi praktisnya, sosiologi harus pula menjadi ilmu terapan.

Thorstein Veblen (1857-1929)
Ia juga menghasilkan teori sosial yang signifikannya bertahan lama terhadap sejumlah disiplin ilmu termasuk sosiologi. Problem utama bagi Veblen adalah benturan antara bisnis dan industri. Bisnis oleh Veblen adalah pemilik, pemimpin, dan kapten industri yang memfokuskkan padsa laba perusahaan miliknya, tetapi untuk menjaga harga dan laba yang tinggi sering kali melakukan upaya untuk membatasi produksi. Pemimpin bisnis adalah sumber banyak persoalan di dalam masyarakat yang menurut Veblen semestinya dipimpin oleh orang yang memahami sistem industri dan pengoperasiannya dan tertarik dengan kesejahteraan umum. Arti penting gagasan Veblen dapat dilacak ke bukunya yang berjudul The Theory of the Leisure Class. Veblen kritis terhadap leisure class karena perannya dalam mendorong konsumsi yang sia-sia. Untuk mengesankan seluruh masyarakat, kelas ini melakukan conspiciuous leisure (penggunaan waktu secara tidak produktif) dan conspicuous consumption (mengeluarkan lebih banyak uang untuk barang yang nilainya tak sepadan dengan pengeluaran tersebut). Akibatnya adakah muncul masyarakat yang dicirikan oleh pemborosan waktu dan uang.



Aliran Chicago
Aliran Small mendirikan Jurusan Sosiologi Universitas Chicago didirikan tahun 1892 oleh Albion Small. Ia merupakan tokoh penting dalam menciptakan jurusan sosiologi di universitas Chicago yang menjadi pusat kajian sosiologi di AS selama beberapa tahun. Pada 1895 ia mendirikan The American Journal of Sociology, sebuah jurnal yang hingga kini merupakan kekuatan dominan dalam sosiologi. Pada tahun 1905 Small ikut membentuk The American Sociological Society asosiasi professional utama sosiolog Amerika hingga sekarang. Small yakin bahwa tujuan terakhir sosiologi pada dasarnya bersifat kristen

W.J. Thomas (1863-1947)
Pengaruh abadi Thomas adalah penekanannya pada pentingnya melakukan riset ilmiah terhadap masalah sosiologis. Pada 1918 dengan diterbitkannyan hasil riset ilmiahnya bersama Florian Znaniecki berjudul The Polish Peasant in Europe and America. Meski The Polis Peasant terutama merupakan hasil studi makrososiologi tentang institusi sosial tetapi dalam perjalanan karirnya Thomas lebih tertarik ke arah mikrospik ke arah psikologi sosial. Penekanannya adalah pada arti penting apa yang dipikirkan orang dan bagaimana pikirannya itu memengaruhi apa yang mereka kerjakan. Inilah salah satu ciri produk teoritis aliran Chicago Interaksionalisme Simbolik.

Robert Park (1864-1944)
Park datang ke Chicago tahun 1913 sebagai instruktur Sembilan dan dengan cepat peran sentral dijurusan sosiologi Chicago. Peran pentingnya dalam pengembangan sosiologi terdapat di berbagai bidang. Pertama, ia menjadi tokoh dominant di jurusan sosiologi Chicago dan selanjutnya menjadi sosiolog dominant hingga tahun 1930an. Kedua, Park belajar di Eropa dan menjadi tokoh penting dalam membangkitkan minat sosiologi Chicago terhadap pemikir Eropa. Ketiga, sebelum menjadi sosiolog, ia telah menjadi reporter dan pengalaman ini memberikansuatu pemahaman tentang pentingnya masalah urban dan perlunya meneliti ke lapangan mengumpulkan data melalui observasi personal. Keempat, Park berperan penting dalam membimbing mahasiswa dan membantu mengembangkan program riset mahasiswanya. Kelima, tahun 1921 Park dan Ernest W. Burges menerbitkan buku ajar sosiologi pertama yaitu An Introduction to The Science of Sociology.


Charles Horton Cooley (1864-1929)
Ia berkarir diUniversitas Michigan, bukan diUniversitas Chicago. Cooley menekuni tentang kesadarn tetapi ia menolak untuk memisahkan kesadaran dari konteks sosial. Contoh terbaik konsep Cooley yang masih bertahan hingga kini adalah konsep cermin diri (the looking glass self). Dengan menggunakan konsep ini Cooley memahami bahwa manusia memiliki kesadaran dan kesadaran itu terbentuk dalam interaksi sosial yang berlanjut. Konsep dasar penting kedua yang juga mencerminkan pendekatan psikologi sosial Cooley adalah konse kelompok primer. Cooley menolak pandangan Behavioristik tentang manusia, pandangan yang menyatakan manusia memberikan respon secara membabi buta dan tanpa kesadaran terhadap rangsangan dari luar. Cooley menganjurkan agar sosiolog mencoba menempatkan diri di tempat actor yang diteliti dengan menggunakan metode introspeksi simpatetik. Cooley dan Mead (Winterer, 1994) menolak pandangan behavioristik tentang manusia. Cooley menggunakan metode introspeksi simpatik untuk menganalisis kesadaran itu.

George Herbert Mead (1863-1931)
Mead mulai mengajar di universitas Chicago tahun 1894 ia mengajar disitu sampai kematiannya tahun 1931 (G. Cook 1993). Ia memusatkan perhatian pada sejarah teori sosiologi baik itu karena ia mengajar filsafat, bukan sosiologi, maupun karena ia terhitung sedikit menerbitkan buku semasa hidupnya. Ia menerima prinsip ajaran behaviorisme tentang pemusatan perhatian pada actor dan perilakunya. Ia menganggap bijaksana para pakar behaviorisme yang menekankan perhatian pada imbalan dan biaya yang terlibat dalam perilaku actor. Yang dipersoalkan Mead adalah Behaviorisme tak cukup berkembang. Mead sangat tidak setuju dan mencoba mengembangkan prinsip behaviorisme ke tingkat analisis pikiran. Mead menawarkan kepada sosiologi Amerika sebuah teori psikolohi sosial yang bertolak belakang dengan teori sosial, terutama yang ditawarkan oleh sebagian besar teoritisi Eropa. Dengan demikian Interaksionisme Simbolik sebagian besar dikembangkan dari pemikiran Simmel tentang aksi dan interaksi dan dari pemikiran Mead tentang kesadaran.

Memudarnya Sosiologi Chicago
Tahun 1920-an sosiologi mencapai puncaknya karena kematian Mead dan pindahnya Park, Jurusan sosiologi mulai kehilangan posisi sentralnya dalam sosiologi Amerika (Cortese, 1995). Penyebabnya dipengaruhi oleh 2 sebab yaitu, pertama pertumbuhan sosiologi makin ilmiah menggunakan metode canggih dan analisis statistic. Akan tetapi, aliran Chicago masih menekankan pada studi deskriptif, etnografis,, yang sering memusatkan perhatian pada orientasi personal dari sasaran studi mereka. Kedua, makin lama makin banyak sosiolog di luar aliran Chicago yang makin membenci dominasi aliran Chicago atas American Sociological Society dan American Journal of Sociology.

Wanita dalam Sosiologi Awal
Sekelompok wanita yang membentuk organisasi reformasi sosial juga mengembangkan teori sosiologi rintisan. Ciri-ciri utama teori parea pakar wanita yang dapat menjelaskan bahwa teori itu mereka kemukakan dalam rangka upaya membangun sosiologi professional meliputi yaitu: (1) menekankan bahwa pengalaman dan kehidupan wanita dan pekerjaan wanita sama pentingnya dengan pengalaman lelaki (2) penekanan itu diikuti oleh kesadaran bahwa mereka berbicara dari pendirian yang hendak diwujudkan (3) adanya gagasan bahwa tujuan sosiologi dan teori sosiologi adalah reformasi sosial (4) pernyataan bahwa masalah utama dalam mencapai kemajuan di zaman mereka adalah ketimpangan.


W.E.B. Du Bois dan Teori Ras
Meskipun ia lama mengajar diuniversitas Atlanta Jurusan Sosiologi. Dia sangat dikenal sebagai intelektual public. Ia tertarik pad aide-ide abstrak demi melayani hak-hak sipil. Di dalam sosiologi, reputasi Du Bois sebagian besar pada studi empirisnya, The Philadelphia Negro. Minatnya yang paling besar adalah dalam id eras yang dianggap sebagai pemikiran sentral dari semua sejarah dan garis warna yang dia lihat bukan hanya di Amerika tetapi di seluruh dunia. Salah satu ide teoritisnya yang terkenal adalah veil (selubung) yang menciptakan separasi yang jelas, atau sekat antara orang Afrika-Amerika, dan kulit putih. Ide teoritis kunci lainnya adalah kesadaran ganda (double cinsciousness), perasaan akan keduaan atau perasaan di pihak Afrika-Amerika yang melihat dan mengukur diri sendir melalui mata orang lain.

Teori Sosiologi hingga Pertengahan Abad 20
Talcott Parsons (1902-1979)
Tahun terpenting Parsons dan bagi teori sosiologi Amerika adalah tahun 1937, ketika ia menerbitkan The Structure of Social Action. Buku ini menjadi penting bagi teori sosiologi Amerika karena empat alasan utama. Pertama, buku inimembantu memperkenalkan teori besar Eropa ke kalangan luas di Amerika. Kedua, Parsons hampir tak memperhatikan Marx atau Simmel meski ia memusatkan perhatian pada karya Durkheim, Weber, dan Pareto. Akibatnya teori Marxian sebagian besar tak dimasukkan ke dalam kajian sosiologi yang absah. Ketiga, The Structure of Social Action menjadi tonggak penyusunan teori sosiologi sebagai kegiatan sosiologi yang penting dan sah. Keempat, Parsons menekankan penyusunan teori sosiologi khusus yang telah berpengaruh besar terhadap sosiologi. Pernyataan utama Parsons mengenai teori structural fungsional muncul di berbagai buku di tahun 1950an. Paling terkenal adalah The Social System (1951). Dalam buku itu dan lainnya, Parsons cenderung berkonsentrasi  pada struktur masyarakat dan pada antar hubungan berbagai struktur itu. Berbagai struktur itu dilihat saling mendukung dan cenderung menuju pada keseimbangan dinamis. Perhatian dipusatkan pada masalah bagaimana cara keberaturan dipertahankan di antara berbagai elemen masyarakat.

George Homans (1910-1989)
Makalah Homans tentang Pareto dijadikan buku berjudul An Introduction to Pareto diterbitkan pada tahun 1934. Publikasi buku ini menjadikan Homans sosiolog meski hingga saat ini sebenarnya karya Paretolah satu-satunya buku sosiologi yang pernah dibacanya. Pada dasarnya Homans menyatakan bahwa teori Parsons bukan teori sama sekali, tetapi lebih merupakan sebuah system intelektuas yang sangat luas yang menggolong-golongkan berbagai aspek kehidupan sosial yang sesuai. Homans yakin bahwa teori harus dibangun dari basis kehidupan sosial yang diobservasi secara hati-hati. Berdasarkan perspektif ini humans membangun teori pertukaran. Poin pentingnya di sini adalah bahwa Harvard dan produk teoritis utamanya, fungsionalisme structural, menjadi dominan dalam sosiologi akhir tahun 1930 dan menggantikan aliran Chicago dan Interaksionisme simbolik.

Perkembangan dalam Teori Marxian
Gagasan perkembangan teori Marxian berasal dari Felix J. Weil. Pada 3 Februari 1923 resmi berdiri Institut Riset Sosial di Frankfurt jerman. Di tahun-tahun awalnya pakar yang bergabung dengan institute cenderung mengikuti pola piker Marxis tradisional, mencurahkan sebagian besar perhatian mereka pada bidang ekonomi. Tetapi sekitar tahun 1930 terjadi perubahan besar karena kelompok pemikir ini mulai menggeser perhatian mereka dari system ekonomi ke sistem kultural, yang dilihat sebagai kekuatan utama dalam masyarakat kapitalis modern. Langkah besar kedua yang dilakukan setidaknya oleh beberapa orang anggota aliran kritis  adalah menggunakan teknik penelitian ilmiah yang dikembangkan oleh sosiolog Amerika untuk meriset masalah minat terhadap pemikiran Marxis. Ketiga, teoritisi kritis berupaya menyatukan teori yang berorientasi Freudian dengan pemikiran Marx dan Webber di tingkat sosial dan cultural.

Karl Mannheim dan Sosiologi Ilmu Pengetahuan
Mannheim menyusun seperangkat gagasan teoritis yang memberikan landasan bagi bidang kajian sosiologi yang basisnya sudah mulai disusun di Inggris tahun 1930an. Sosiologi Ilmu Pengetahuan pada dasarnya meliputi studi sistematis tentang pengetahuan, gagasan, atau fenomena intelektual umumnya. Menurutnya pengetahuan ditentukan oleh kehidupan sosial. Mannheim terkenal karena membedakan antara dua sistem gagaswan yaitu ideology dan utopia. Ideologi adalah system gagasan yang mencoba menyembunyikan dan melestarikan keadaan kini dengan menginterpretasikannya dari sudut pandang masa lalu. Sebaliknya utopia, adalah system gagasan yang mencoba melampaui keadaan kini dengan memusatkan perhatian pada masa datang.

Teori Sosiologi dan Pertengahan Abad 20
Era 1940 dan 1950 adalah tahun paradoks antara puncak dominasi dan awal kemerosotan fungsionalisme structural. Pada periode ini Parsons membuat pernyataan utama yang jelas mencerminkan pergeserannya dari teori tindakan ke fungsionalisme struktural. Namun segera setelah mencapai hegemoni teoritis, fungsionalisme structural menghadapi serangan dan serangan it uterus meningkat hingga mencapai puncaknya pada 1960an dan 1970an. Pada 1950an serangan ini seperti serangan gerilya tetapi ketika sosiologi memasuki era tahun 1960an dominasi fungsionalisme struktural jelas dalam bahaya.

Sosiologi Radikal di Amerika C. Wright Mills
Mills menerbitkan dua karya utama yang mencerminkan politik radikalnya maupun kelemahannya dalam teori-teori Marxian. Pertama adalah White Collar (1951) berisi kritik tajam tentang status golongan pekerja yang sedang tumbuh yakni pekerja berkerah putih. Kedua adalah The Power Elite (1956) buku yang mencoba menunjukkan betapa Amerika didominasi oleh sekelompok kecil pengusaha, politisi, dan pimpinan tentara. Antara dua karyanya itu diterbitkan karya teoritisnya yang tercanggih, Character and Social Structure. Radikalisme Mills menempatkannya di pinggiran sosiologi Amerika. Ia menjadi sasaran kritik keras sosiologi. Sikap kritisnya memuncak dalam The Sociological Imagination. Buku ini mengandung kritikan keras Mills terhadap Parsons dan terhadap praktik teori besarnya.

Perkembangan Teori Konflik
Rintisan lain yang menyatukan marxisme dan teori sosiologi adalah perkembangan teori konflik. Masalah terbesar yang dihadapi kebanyakan teori konflik adalah kekurangan apa yang justru diperlukan yakni landasan kuat dalam teori Marxisme. Fungsionalisme Struktural dituduh bersifat politik konservatif, tak mampu menjelaskan perubahan sosial karena perhatiannya tertuju pada struktur statis dan tak mampu menganalisis konflik sosial. Salah satu hasil dari kritik itu adalah upaya di pihak sejumlah sosiolog untuk menanggulangi masalah fungsionalisme structural dengan menyatukan perhatian pada struktur dan pada konflik. Pemikiran inilah yang menjadi cikal bakal teori konflik sebagai alternative terhadap teori Struktural Fungsional. Upaya penting pertama adalah karya Lewis Coser tentang fungsi konflik sosial.Selanjutnya ada karya utama Dahrendorf, Class and Class Conflict in Industrial Society yang merupakan bagian utama dari teori konflik, tetapi pengaruh itu senagian besar karena ia banyak menggunakan logika struktural fungsional yang memang sesuai dengan logika aliran utama.Akhirnya teori Konflik harus dilihat sebagai perkembangan transisional dalam sejarah teori sosiologi.

Kelahiran Teori Pertukaran (Exchange Theory)
Tokoh utamanya adalah George Homans. Sosiolog yang menggunakan pendekatan behaviorisme psikologi skinner. Perkembangan teoritis penting lain pada 1950an adalah kelahiran teori pertukaran. Homans melihat data hasil studi sosiologi tentang kelompok kecil dan hyasil studi antropologi tentang masyarakat primitive, ia mulai memahami bahwa behaviorisme Skinner dapat diterapkan dan menyediakan alternative terhadap gaya fungsionalisme structural Parsonsian. Hal itu terwujud pada tahun 1961 dengan terbitnya buku Social Behavior: Its Elementary Forms.Menurut Homans, jantung sosiologi terletak dalam sinteraksi dan perilaku individual. Perhatian utamanya lebih tertuju pada pola-pola penguatan (reinforcement), sejarah imbalan (reward), dan biaya (cost) yang menyebabkan orang melakukan apa yang mereka lakukan. Homans menyatakan bahwa orang terus mengerjakan apa-apa yang di masa lalu mendapat imbalan. Sebaliknya, orang akan berhenti melakukan sesuatu yang telah terbukti menimbulkan kerugian individual. Seperti terkesan dari namanya, teori pertukaran tak hanya memusatkan perhatian pada perilaku individu, tetapi juga pada interaksi antara individu yang menyebabkan terjadinya pertukaran imbalan/hadiah dan kerugian. Dasar pikirannya adalah bahwa interaksi kemungkinan berlanjut bila ada pertukaran imbalan. Sebaliknya, interaksi yang menimbulkan kerugian terhadap salah seorang atau terhadap kedua belah pihak sangat kecil kemungkinannya berlanjut. Pernyataan teoritisi lainnya dalam teori pertukaran terdapat dalam buku Peter Blau, Exchange and Power in Social Life, terbit tahun 1964.

Analisis Dramaturgis: Karya Erving Goffman
Pernyataan paling terkenal Goffman tentang teori Dramaturgis berupa buku Presentation of Self in Everyday Life, diterbitkan tahun 1959. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa Goffman banyak kesamaan antara pementasan teater dengan berbagai jenis peran yang kita mainkan dalam interaksi dan tindakan sehari-hari. Interaksi dilihat sangat rapuh, dipertahankan oleh kinerja sosial. Di semua interaksi sosial terdapat semacam bagian depan (front region) yang ada persamaannya dengan pertunjukan teater. Aktor, baik di pentas maupun dalam kehidupan sosial sehari-hari, sama-sama menarik perhatian karena penampilan kostum yang dipakai dan peralatan yang digunakan. Selanjutnya, di kedua jenis pertunjukan itu ada bagian belakangnya (back region), yakni tempat yang memungkinkan actor mundur guna menyiapkan diri untuk pertunjukan berikutnya. Di belakang layar atau di depan layar para aktor dapat berganti peran dan memerankan diri mereka sendiri-sendiri. Analisis Dramaturgis jelas konsisten dengan pendirian Interaksionisme Simbolik. Analisis ini tetap memusatkan perhatian pada actor tindakan dan interaksi.

Sosiologi Fenomenologi dan Karya Alfred Schutz (1899-1959)
Upaya mengembangkan studi sosiologi berdasarkan filsafat fenomenologi baru muncul dengan terbitnya karya Schutz The Phenomenology of Social World di Jerman tahun 1932. Schutz memusatkan perhatian pada cara orang memahami kesadran orang lain sementara mereka hidup dalam aliran kesadaran mereka sendiri. Schutz juga menggunakan perspektif intersubjektivitas dalam pengertian lebih luas untuk memahami kehidupan sosial. Schutz membedakan dunia kehidupan antara hubungan tatap muka yang akrab dan hubungan impersonal dan renggang. Secara keseluruhan Schutz memusatkan perhatian pada hubungan dialektika antara cara individu membangun realitas sosial dan realitas cultural yang mereka warisi dari para pendahulu mereka dalam dunia sosial.


Etnometodologi
Etnometodologi pada dasarnya adalah studi tentang kumpulan pengetahuan berdasarkan akal sehat dan rangkaian prosedur dan pertimbangan metode yang dapat dipahami anggota masyarakat biasa dan yang mereka jadikan sebagai landasan untuk bertindak.

Perkembangan dan Kemunduran Sosiologi Marxian
Teoritisi Amerika terutama tertarik pada karya aliran kritis, karena aliran itu menggabungkan pemikiran teoritisi Marxian dan Weberian. Beberapa jurnal mencurahkan perhatian besar terhadap teori sosiologi Marxian, termasuk Theory and Society, Telos, and Marxist Studies. Pada 1977 The American Sociological Association membentuk seksi sosiologi Marxis. Tetapi, dfengan runtuhnya rezim Uni Soviet dan rezim Marxis di seluruh dunia, teori Marxian pun rontok pada 1990an. Sebagian pakar tetap belum berhasil merekonstruksi ulang teori Marxis yang lain terpaksa mengembangkan versi baru teori Marxian. Kelompok lain tiba pada kesimpulan bahwa teori Marxian harus dibuang.

Tantangan Teori Feminis
Di dalam masyarakat barat, kita dapat melacak kembali tulisan feminis kritis kemasa 500 tahun yang lalu, dan ada gerakan terorganisir dari dan untuk perempuan selama lebih dari 150an. Ciri utama gerakan wanita internasional ditandai oleh ledakan pertumbuhan literature baru tentang wanita yang melukiskan semua spek pengalaman dan kehidupan wanita yang tak terpikirkan hingga kini. Literatur ini yang terkenal sebagai studi wanita, adalah karya komunitas penulis internasional dan interdisipliner yang berasal dari dalam dan luar universitas. Jurnal yang menimbulkan perhatian sosiolog atas teori feminis, antara lain Signs, Feminist Studies, Sociological Inquiry, dan Gender and Society, akan tetapi jarang ada jurnal sosiologi yang tidak dapat disebut pro-feminis. Pandangan ini secara dramatis menggoyahkan pemahaman kita tentang kehidupan sosial. Tulisa-tulisan feminis kini mendapat banyak kritik dalam sosiologi. Mereka menawarkan paradigma baru untuk studi kehidupan sosial. Karena semua alasan inilah implikasi teori feminis terus meningkat menjadi aliran utama disiplin sosiologi, terlibat dalam seluruh subspesialisnya, memngaruhi berbagai teori yang sudah lama mapan, mikro maupun makro, dan berinteraksi dengan perkembangan aliran pst-strukturalis dan post-modern.


Strukturalisme dan Post-Strukturalisme
Perkembangan yang telah disinggung sedikit diatas adalah peningkatan perhatian terhadap strukturalisme (Lemert, 1990). Ketika strukturalisme tumbuh di dalam sosiologi, di luar sosiologi berkembang pula post-strukturalisme. Tokoh utama post-strukturalisme ini adalah Michael Foucalt. Dalam karya awalnya, Foucalt meusatkan perhatian pada struktur tetapi kemudian ia beralih keluar struktur, memusatkan perhatian pada kekuasaan dan hubungan antara penegtahuan dan kekuasaan. Lebih umum lagi, penganut post-strukturalisme mengakui arti struktur, tetapi berpikir lebih jauh lagi melampaui struktur yang mencakup sejumlah besar masalah lain. Post-strukturalisme tak hanya penting dalam dirinya sendiri, tetapi juga penting karena sering dilihat sebagai pemikiran pendahuluan bagi teori sosial post-modern.

Perkembangan Terkini Dalam Teori Sosial
Integrasi Mikro-Makro
Banyak sekali karya paling akhir dalam teori sosiologi Amerika yang memusatkan perhatian pada hubungan antara teori-teori mikro dan makro serta menyatukan antara berbagai tingkat analisis Ritzer hendak menegaskan bahwa hubungan mikro makro muncul sebagai masalah sentral dalam teori sosiologi amerika pada tahun 1980an dan terus menjadi sasaran perhatian pada 1990an. Ritzer mencoba membangun sebuah paradigma sosiologi yang terintegrasi dengan mengintegrasikan tingkat mikro makro, baik dalam bentuk obyektifnya maupun subyektifnya. Ada empat tingkatan utama analisi sosial yang harus dijelaskan menurut cara yang terintegrasi: subyektifitas makro, obyektifitas makro, subyektifitras mikro, dan obyektifitas mikro. Jeffrey Alexandre telah menciptakan sosiologi multidimensional yang paling tidak sebagian, sependapat dengan model tingkatan analisis yang sangat menyerupai model yang dikembangkan Ritzer.


Integrasi Agen-Struktur
Di Eropa orang memusatkan perhatianyya pada analisis integrasi agen-struktur (Sztompka, 1994) Sejalan dengan pertumbuhan minat terhadap analisis inteegrasi mikro-makro di Amerika, di Eropa orang memusatkan perhatian pada analslisis integrasi agen struktur. Meski banyak kesaman mikro makro dan agen struktur namun ada juga perbedaan substansialnya ada 4 upaya analisis sub utama dalam teori sosial Eropa masa kini yang dapat dihimpun di bawah topic integrasi agen struktur. Pertama adalah teori Strukturasi, Anthony Giddens. Kunci pendekatan Giddens adalah bahwa ia melihat agen dan struktur sebagai dualitas, artinya keduanya dapat dipisahkan satu sama lain. Dalam buku Bourdieu, masalah agen struktur diterjemahkan menjadi pemusatan perhatian terhadap hubungan antara habitus dan bidang atau lapangan. Habitus adalah struktur mental atau kognitif yang diinternalkan yang melaluinya individu memahami kehidupan sosial. Lapangan adalah jaringan hubungan antara berbagai posisi obyektif.


2

2 komentar:

  • akhmadnurur on 15 Desember 2011 01.18

    review perkembangan sosiologi yang bagus,,,, tapi mungkin akan lebih bagus lagi apabila dijelaskan pandangan singkat teori-teori tokoh diatas

  • pilaa ituu vilaa on 15 Desember 2011 04.38

    .very good pkke...
    .mnrt loe sospend apahh tow?

  • Poskan Komentar

    Pages

    Diberdayakan oleh Blogger.

    You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

    Loading...

    This Time

    Share it

    Populer